Abu Rusydan, dalam catatan polisi ustadz yang satu ini juga memiliki beberapa nama alias, Thoriquddin alias Hamzah. Lelaki yang satu ini, pernah mendapat pendidikan militer di Kamp Mujahidin
Namanya juga pernah disebut sebagai Pelaksana Harian tugas Amir Jamaah Islamiyah. Pengadilan memberikan vonis 3 tahun 6 bulan padanya karena dianggap melindungi Mukhlas, dalam peristiwa Bom Bali I. Tak mudah bertemu pria kelahiran Kudus 47 tahun silam ini.
Stigma yang sudah melekat pada setiap sosok yang dituduh teroris, adalah kasar dan menyeramkan. Tapi, ketika Eman Mulyatman dari Sabili bertemu dengan Abu Rusydan, image tersebut langsung pudar. Abu Rusydan ramah, bahkan cenderung humoris. “Nanti antum rugi kalau jauh-jauh dari
Setelah peristiwa bom, lagi-lagi umat Islam menjadi sasaran?
Sebetulnya, tidak ada pengamat, intel, bekas intel maupun aparat keamanan yang menyebutnya. Tidak secara langsung menyebut umat Islam, bahkan mereka juga agak segan menyebut nama Jamaah Islamiyah terlibat dalam aksi-aksi itu. Mereka selalu menggunakan istilah, Kelompok Nordin.
AM Hendropriyono (Mantan Kepala BIN) menyebut Wahabi Radikal?
Itu tendensius sekali, Wahabi itu apa, jadi tidak jelas. Kalau yang dimaksud gerakan Syekh Muhammad Abdul Wahab, tapi dari kitab-kitab dan hujjah-hujjah yang kita pelajari itu benar. Nah sekarang yang dimaksud Wahabi itu apa, justru dengan lontaran semacam itu, persoalan jadi bertambah ruwet.
Apa targetnya?
Sekali lagi statemen itu tendesius. Wahabi itu memang gerakan agama sekaligus gerakan politik. Jadi kita mewarisi gerakan Wahabi bukan dalam rangka gerakan politiknya. Tapi, bagaimana tulisan-tulisan beliau yang sesuai dengan al-Qur’an, As-Sunnah dan Salafusshalih, itu yang kita ambil.
Apakah pernyataan itu semacam test the water?
Tidak tahu. Tapi jelas tendensius dan ada semacam sentimen anti Wahabi. Buku Ilusi Negara Islam, jelas menghantam Wahabi, hanya tidak disebut langsung bahwa JI sebagai bagian dari Wahabi. Tapi justru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjadi korban.
Jangan-jangan yang mengucapkan tidak mengerti?
Ya silakan ditanyakan sendiri. Yang jelas ucapan itu sering diucapkan oleh orang-orang yang tidak suka dengan gerakan pemurnian akidah.
Semacam propaganda begitu?
Jadi sebenarnya cap buruk kepada Wahabi itu warisan penjajah Barat. Jadi kalau ini perang propaganda, maka harus dihadapi dengan propaganda pula. Tapi, kalau itu dimaksudkan untuk perbaikan bangsa, mari kita jujur. Jadi harus jelas maksudnya apa, agar tidak kontraproduktif.
Sambungannya dapat dibaca di Majalah Sabili Edisi 16 XVII
- 05/04/2010 03:49 - DR Muhammad Mu'inudinillah Basri: Berilmu dulu Bersatu Kemudian
- 29/03/2010 03:25 - Drs Ahmad Adaby Darban: Tantangan Indonesia Paling Dahsyat, Liberalisasi!
- 19/03/2010 02:44 - DR KH Syukri Zarkasyi: Pendidikan adalah Politik Tertinggi
- 11/03/2010 02:43 - Dr Syamsuddin Arief MA: Racun Orientalis, Sangat Berbahaya Meski Sedikit
- 09/03/2010 05:50 - Farah Pundit: Komunikasi non-Bilateral Juga Penting
- 22/02/2010 09:31 - Israel Terapkan Total Track Diplomasi
- 16/02/2010 10:42 - Blasphemy
- 10/02/2010 02:49 - Zakat dalam Keuangan Publik Islam
- 04/02/2010 02:59 - Suripto: Zionis di Balik Kehancuran Negeri Muslim
- 01/02/2010 06:06 - Ahmad Y. Majdoubeh: Israels Silent War





