Thursday
Sep 09th
Tampilan
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita Wawancara Bukan JI Pelakunya

Bukan JI Pelakunya

E-mail Cetak PDF

Abu Rusydan, dalam catatan polisi ustadz yang satu ini juga memiliki beberapa nama alias, Thoriquddin alias Hamzah. Lelaki yang satu ini, pernah mendapat pendidikan militer di Kamp Mujahidin Afghanistan, di Sadda, Pakistan. Jabatannya dalam Jamaah Islamiyah adalah Ketua Mantiqi III yang memiliki otoritas di beberapa wilayah seperti Kalimantan, Sabar dan Sarawak, Sulawesi termasuk juga Filipina Selatan.

 

Namanya juga pernah disebut sebagai Pelaksana Harian tugas Amir Jamaah Islamiyah. Pengadilan memberikan vonis 3 tahun 6 bulan padanya karena dianggap melindungi Mukhlas, dalam peristiwa Bom Bali I. Tak mudah bertemu pria kelahiran Kudus 47 tahun silam ini.

Stigma yang sudah melekat pada setiap sosok yang dituduh teroris, adalah kasar dan menyeramkan. Tapi, ketika Eman Mulyatman dari Sabili bertemu dengan Abu Rusydan, image tersebut langsung pudar. Abu Rusydan ramah, bahkan cenderung humoris. “Nanti antum rugi kalau jauh-jauh dari Jakarta tidak foto sama ana,” selorohnya saat mengajak Sabili foto bersama.

Abu Rusydan alias Thoriquddin alias Hamzah memberikan keterangan pada Sabili secara terbuka. Tanpa kata-kata off the record atau apapun yang terkesan disembunyikan. Berikut petikan wawancaranya:

 

Setelah peristiwa bom, lagi-lagi umat Islam menjadi sasaran?

Sebetulnya, tidak ada pengamat, intel, bekas intel maupun aparat keamanan yang menyebutnya. Tidak secara langsung menyebut umat Islam, bahkan mereka juga agak segan menyebut nama Jamaah Islamiyah terlibat dalam aksi-aksi itu. Mereka selalu menggunakan istilah, Kelompok Nordin.

 

AM Hendropriyono (Mantan Kepala BIN) menyebut Wahabi Radikal?

Itu tendensius sekali, Wahabi itu apa, jadi tidak jelas. Kalau yang dimaksud gerakan Syekh Muhammad Abdul Wahab, tapi dari kitab-kitab dan hujjah-hujjah yang kita pelajari itu benar. Nah sekarang yang dimaksud Wahabi itu apa, justru dengan lontaran semacam itu, persoalan jadi bertambah ruwet.

 

Apa targetnya?

Sekali lagi statemen itu tendesius. Wahabi itu memang gerakan agama sekaligus gerakan politik. Jadi kita mewarisi gerakan Wahabi bukan dalam rangka gerakan politiknya. Tapi, bagaimana tulisan-tulisan beliau yang sesuai dengan al-Qur’an, As-Sunnah dan Salafusshalih, itu yang kita ambil.

 

Apakah pernyataan itu semacam test the water?

Tidak tahu. Tapi jelas tendensius dan ada semacam sentimen anti Wahabi. Buku Ilusi Negara Islam,  jelas menghantam Wahabi, hanya tidak disebut langsung bahwa JI sebagai bagian dari Wahabi. Tapi justru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjadi korban.

 

Jangan-jangan yang mengucapkan tidak mengerti?

Ya silakan ditanyakan sendiri. Yang jelas ucapan itu sering diucapkan oleh orang-orang yang tidak suka dengan gerakan pemurnian akidah.

 

Semacam propaganda begitu?

Jadi sebenarnya cap buruk kepada Wahabi itu warisan penjajah Barat. Jadi kalau ini perang propaganda, maka harus dihadapi dengan propaganda pula. Tapi, kalau itu dimaksudkan untuk perbaikan bangsa, mari kita jujur. Jadi harus jelas maksudnya apa, agar tidak kontraproduktif.

Sambungannya dapat dibaca di Majalah Sabili Edisi 16 XVII


Komen
Tambah Komen Cari
Tulis Komen..
Nama:
Email:
 
Keterangan:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:

 

Pilihan Bahasa

Arabic English Filipino French Malay Portuguese Russian Spanish

Radio Sabili 1530 AM

Perspektif Herry Nurdi

 

Usaha Meraih Derajat Sempurna dalam Ramadhan

Berada di bulan mulia, memanfaatkan secara maksimal dan meraih keutamaannya adalah kerinduan orang-o...

Resensi Buku

Perjuangan Muslim Patani
article thumbnailMembicarakan penindasan yang dialami oleh kaum Muslimin, kita selalu mengingat negeri-negeri yang...

Login

  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    REGISTER_REQUIRED
  • Pengunjung Online

    Kami memiliki 66 Tamu online

    Wawancara Terkini

     

    SBY Ditunggu Di Gaza

    SBY Ditunggu Di Gaza Bagi Indonesia, masalah Palestina adalah utang sejarah yang be...

     

    Jadikan al-Qur’an Standarnya

    “Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya,” (Riwaya...

    Lintas Dunia

     

    Tantangan Puasa di Alaska

    Muslim di Alaska melakukan sholat tarawih pada saat matahari masih bersinar terang, karena...

     

    Fast-a-thon, Program Belajar Puasa untuk Non-Muslim Amerika

    Fast-a-thon pertama kali diselenggarakan Asosiasi Pelajar Muslim University of Tennessee t...