Riyadh, Salah satu daya tarik Blackberry adalah layanan Blackberry Messenger (BBM) yang memungkinkan antarpemilik bertukar pesan tanpa bayar alias gratis. Namun, tak demikian dengan Arab Saudi. Pemerintah setempat justru direpotkan dengan layanan BBM yang dicurigai "digunakan tidak pada tempatnya" oleh kaum muda.Ketidaksukaan pemerintah Arab Saudi mencuat saat sebuah harian lokal, Al-Watan, menuliskan artikel soal itu. Kabanyakan kaum muda Saudi kini menggunakan BB karena "mengincar" fasilitas pesannya.
Asal tahu saja, di negeri ini, hubungan laki-laki dan perempuan sebelum menikah diawasi secara ketat. Mereka dilarang untuk bertemu atau bepergian bersama sebelum terikat sebagai suami istri. Dengan BBM, "kencan tanpa pengawasan" terselenggara dengan aman. Produsen Blackberry di Kanada membenarkan kegerahan pemerintah Arab Saudi ini. Mereka mengaku, The Saudi Communication and Internet Technology Commission (CITC) telah mengontak Research in Motion Ltd (RIM) Kanada, produsen Blackberry, untuk diperkenankan mendapatkan akses untuk memonitor pesan belalui BBM.
"RIM masih menjajagi segala kemungkinan untuk bisa berbagi informasi itu dengan pemerintah Arab Saudi," demikian pernyataan tertulis RIM. Menurut mereka, RIM beroperasi di lebih dari 170 negara dan sangat menghormati regulasi yang berlaku di masing-masing negara itu. (rpb/sbl)
Berita Terbaru:
- 23/03/2010 06:29 - Pemuda Masjid Malaysia Tuntut Nama Islam
- 23/03/2010 06:14 - Yahudi Simon Cowell Masuk Islam untuk Nikahi Pacarnya
- 18/03/2010 02:24 - Daftar Manusia Terkaya di Dunia
- 12/03/2010 08:23 - Meningkatnya Diskriminasi Terhadap Muslim di Eropa
- 11/03/2010 06:32 - Sambutan Gaddafi dalam Rangka Maulid Nabi di Kota Benghazi (1)
Berita Sebelumnya:
- 02/03/2010 03:13 - Azerbaijan Larang Al-Qur'an dan Simbol-simbol Islam
- 26/02/2010 02:30 - Ulama Kuwait Kecam Fatwa Mati Ulama Saudi
- 24/02/2010 13:09 - Mubaligh 58 Tahun Asal Nepal Naik Haji dengan Bersepeda
- 23/02/2010 01:41 - Mantan Diplomat Jerman: Ada Tiga Hal yang Membuat Saya Masuk Islam
- 22/02/2010 10:22 - Undang-undang Pengacara Wanita Saudi Akan di Sahkan





