Agen polisi internasional Interpol Senin kemarin mengeluarkan pemberitahuan penangkapan untuk 16 tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan pemimpin Hamas di Dubai. Pengumuman ini membeberkan identitas 27 orang yang terlibat dalam dua tim pembunuhan al Mabhouh di sebuah kamar hotel di Dubai.
Ke-27 orang yang terlibat ini adalah anggota dinas rahasia Israel, Mossad. ”Investigasi informasi yang diberikan oleh pihak berwenang di Dubai mengindikasikan adanya banyak pihak yang terlibat dalam kasus ini. “Sangat luas cakupannya, serta ada dua peran tim yang terdiri dari beberapa individu dalam pembunuhan al-Mabhouh,” terang Interpol.
Sebanyak 16 nama-nama baru keluar dalam daftar untuk tim kedua, di samping 11 nama yang sudah muncul beberapa waktu lalu. Nama tim pertama muncul pada 18 Februari, dengan nama sandi Red Notices. “Menurut penyelidikan polisi Dubai, tim pertama terdiri dari kelompok inti yang lebih kecil diduga telah melakukan pembunuhan," katanya, merujuk laporan terdahulu.
Tim kedua dari 16 "ini diyakini telah dibantu dan didukung tim pertama dengan cermat untuk mengawasi, mengikuti dan melaporkan gerakan Mabhouh dari saat ia mendarat di bandara Dubai hingga pembunuhan..
Dalam daftar Interpol terbaru nama-nama baru yang muncul adalah, enam warga Inggris, tiga Australia dan beberapa dari negara lain yang tidak disebutkan.
- 11/03/2010 03:44 - Polisi Irlandia Tangkap Tujuh Orang yang Dituduh akan Membunuh Kartunis Swedia
- 11/03/2010 02:33 - PBB dan AS Kutuk Pemukiman Baru Israel
- 11/03/2010 02:15 - Mufti Al Azhar, Syaikh Tantawi kembali ke Rahmatullah
- 10/03/2010 06:56 - Lima Orang Tewas Dalam Serangan di Pakistan
- 09/03/2010 06:52 - Dubai: Ada Pengkhianat Hamas di Balik Kematian Mabhouh
- 09/03/2010 03:18 - Taliban Bertanggung Jawab Atas Lahore dan Mengancam Lebih
- 09/03/2010 02:52 - Israel Umumkan akan Bangun Fasilitas Nuklir
- 08/03/2010 06:29 - Tiga Tentara NATO Tewas Di Afghanistan
- 08/03/2010 06:21 - 7 Pejuang Muslim Gugur Dalam Serangan Militer Philipina
- 08/03/2010 06:14 - Ratusan Orang Tewas Dalam Bentrokan Antara Muslim dan Kristen di Nigeria





